<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ojo Dumeh!!!!!!!!!!!!</title>
	<atom:link href="http://anto77.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anto77.wordpress.com</link>
	<description>Generasi Ghuroba</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Jul 2008 07:26:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='anto77.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ojo Dumeh!!!!!!!!!!!!</title>
		<link>http://anto77.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://anto77.wordpress.com/osd.xml" title="Ojo Dumeh!!!!!!!!!!!!" />
	<atom:link rel='hub' href='http://anto77.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>syiar</title>
		<link>http://anto77.wordpress.com/2008/07/09/syiar/</link>
		<comments>http://anto77.wordpress.com/2008/07/09/syiar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 07:26:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anto77</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anto77.wordpress.com/2008/07/09/syiar/</guid>
		<description><![CDATA[Ganggu Perempuan, Digunduli di Muka Umum Rabu, 30 April 2008 &#124; 08:09 WIB RIYADH, RABU &#8211; Apa hukuman buat laki-laki yang suka mengganggu perempuan? Digunduli. Itulah yang dititahkan Pangeran Fadh bin Badr, gubernur provinsi al-Qurayat, Arab Saudi terhadap para lelaki genit yang suka mempermalukan perempuan di depan umum, demikian dilaporkan koran Al-Hayat, Selasa (29/4). Perintah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anto77.wordpress.com&amp;blog=4130776&amp;post=6&amp;subd=anto77&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ganggu Perempuan, Digunduli di Muka Umum<br />
Rabu, 30 April 2008 | 08:09 WIB<br />
RIYADH, RABU &#8211; Apa hukuman buat laki-laki yang suka mengganggu perempuan? Digunduli.</p>
<p>Itulah yang dititahkan Pangeran Fadh bin Badr, gubernur provinsi al-Qurayat, Arab Saudi terhadap para lelaki genit yang suka mempermalukan perempuan di depan umum, demikian dilaporkan koran Al-Hayat, Selasa (29/4).</p>
<p>Perintah ini langsung diberikan kepada polisi setelah ia melihat sekelompok lelaki gondrong menggoda siswi-siswi yang baru keluar dari sekolah di provinsi itu. &#8220;Siapa saja yang ketahuan menggoda perempuan harus digunduli, tak peduli itu anak pejabat sipil atau militer senior sekali pun,&#8221; kata Pangeran Fadh dalam sebuah pertemuan di istananya di kota Skaka, Minggu (27/4) lalu.</p>
<p>Al Hayat menambahkan perintah pangeran itu tidak termasuk lelaki yang nongkrong di tempat umum tanpa menyakiti orang lain. Hukuman itu harus dieksekusi di tempat kejadian perkara, artinya di tempat umum.</p>
<p>Arab Saudi tergolong negara yang sangat ketat memberlakukan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari termasuk menyangkut pergaulan laki-laki dan perempuan. Polisi syariat lah yang bertugas mengawasi kepatuhan masyarakat terhadap aturan itu.</p>
<p>Aturan itu misalnya, perempuan harus berkerudung bila berada di tempat umum dan tidak menggunakan rias wajah. Toko-toko harus tutup tiap kali waktu shalat dan setiap pria harus pergi ke masjid untuk shalat.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anto77.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anto77.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anto77.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anto77.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anto77.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anto77.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anto77.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anto77.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anto77.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anto77.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anto77.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anto77.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anto77.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anto77.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anto77.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anto77.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anto77.wordpress.com&amp;blog=4130776&amp;post=6&amp;subd=anto77&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anto77.wordpress.com/2008/07/09/syiar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9101b01346d092e2013e034f310815c4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">anto77</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kite keh</title>
		<link>http://anto77.wordpress.com/2008/07/04/kite-keh/</link>
		<comments>http://anto77.wordpress.com/2008/07/04/kite-keh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 03:03:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anto77</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anto77.wordpress.com/2008/07/04/kite-keh/</guid>
		<description><![CDATA[Keluarga Samara. Membentuk keluarga sakinah mawaddah wa rahmah tidak semudah mengucapkannya. Konflik di dalam kehidupan rumah tangga sangat sering terjadi. Seiring dengan kian melejitnya peranan wanita di sektor publik, angka perceraian justru semakin meningkat. Uniknya, perceraian itu semakin banyak yang terjadi karena inisiatif pihak istri. Berbagai hal bisa menjadi penyebab semrawutnya kehidupan rumah tangga. Mulai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anto77.wordpress.com&amp;blog=4130776&amp;post=5&amp;subd=anto77&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keluarga Samara. Membentuk keluarga sakinah mawaddah wa rahmah tidak<br />
semudah mengucapkannya. Konflik di dalam kehidupan rumah tangga sangat<br />
sering terjadi. Seiring dengan kian melejitnya peranan wanita di<br />
sektor publik, angka perceraian justru semakin meningkat. Uniknya,<br />
perceraian itu semakin banyak yang terjadi karena inisiatif pihak istri.</p>
<p>Berbagai hal bisa menjadi penyebab semrawutnya kehidupan rumah tangga.<br />
Mulai dari masalah penghasilan suami yang dinilai kurang oleh istri,<br />
suami yang sering pergi ke luar kota sehingga istri kesepian, istri<br />
yang ikut bekerja di luar rumah sehingga keluarga kurang mendapatkan<br />
perhatian, mencurigai pasangannya selingkuh, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Kemandirian wanita dalam memenuhi kehidupan ekonominya menjadi salah<br />
satu penyebab ringannya istri meminta cerai. Majalah Time pernah<br />
mengutip pernyataan mantan putri Indonesia, Alya Rohali : &#8220;We have<br />
proved that we can succeed financially, with or without a man&#8221; (kami<br />
sudah membuktikan bahwa kami dapat mencapai kesuksesan finansial,<br />
dengan atau tanpa laki-laki). Tidak mengherankan jika banyak kasus<br />
gugatan cerai yang dilakukan Tenaga Kerja Wanita (TKW). Para wanita<br />
itu telah bekerja keras di luar negeri, sementara para suami hidup<br />
santai di rumah. Ironisnya, ada suami yang tega hidup berfoya-foya<br />
dengan uang kiriman istri, bahkan berselingkuh ketika istrinya bekerja<br />
di negeri asing. Akhirnya, wanita-wanita itu pun merasa tidak tahan<br />
dan akhirnya meminta cerai.</p>
<p>Semua pasangan dengan berbagai latar belakang bisa mengalami masalah<br />
rumah tangga yang rumit. Sayangnya, banyak figur terkenal yang masalah<br />
rumah tangganya diekspose media. Mulai dari selebriti Ahmad Dhani dan<br />
Maia Estianty yang &#8220;perang bintang&#8221; keduanya menjadi bahan jualan<br />
acara infotainment selama berbulan-bulan, hingga perceraian Ustadzah<br />
ternama Hj. Lutfiah Sungkar. Akibatnya, masyarakat menganggap bahwa<br />
pertengkaran hingga perceraian adalah suatu hal yang wajar dan layak<br />
terjadi.</p>
<p>Perceraian pun bukan solusi akhir. Masih banyak masalah lain yang<br />
muncul pasca perceraian. Misalnya hak asuh anak yang tidak jarang<br />
berbuntut di pengadilan, berebut harta gono-gini, hingga saling tuduh<br />
dan menjelekkan pribadi mantan pasangannya. Drama perebutan hak asuh<br />
anak antara artis cantik Tamara Bleszynski dengan Teuku Rafli Pasha<br />
menjadi contoh betapa rumitnya kehidupan pasca perceraian.</p>
<p>Hadirnya era globalisasi seharusnya mempermudah pasangan suami istri<br />
dalam berkomunikasi. Anehnya, keterbukaan hati dan jalinan komunikasi<br />
yang lancar antara suami dengan istrinya tidak otomatis muncul. Tidak<br />
jarang, teknologi informasi justru memicu kecemburuan yang<br />
membabi-buta. Sampai-sampai ada suami yang tega menyita telepon<br />
genggam istrinya karena khawatir istrinya selingkuh. Kemudahan<br />
komunikasi dengan telepon genggam yang dilengkapi fasilitas layanan<br />
short message service (sms) justru memudahkan orang yang akan<br />
berselingkuh.</p>
<p>Oleh karena itu, sangat tepat DPD II HTI Kab. Bantul menyelenggarakan<br />
Training Keluarga Sakinah II dengan tema &#8220;Menggapai Baiti Jannati di<br />
Era Globalisasi&#8221;. Training yang sudah memasuki angkatan kedua ini akan<br />
diselenggarakan pada hari Ahad, 17 Juni 2007 pukul 08.00 -17.00 di<br />
Hotel Jogokaryan, Yogyakarta. Pasangan suami istri yang akan menjadi<br />
peserta hanya perlu membeli tiket senilai Rp 50.000,00. Fasilitas yang<br />
akan didapatkan berupa makan siang, kudapan, serta doorprize dari sponsor.</p>
<p>Tiket training bisa didapatkan di Sekretariat Panitia, Pepe nomor 1<br />
Trirenggo Bantul, setiap hari Senin – Sabtu pukul 10.00 – 14.00.<br />
Informasi lebih lengkap bisa menghubungi Hesti Rahayu (08121599809).<br />
Bagi anda yang tidak sempat untuk datang ke sekretariat panitia,<br />
silakan menghubungi kami untuk dibantu teknis pendaftaran.</p>
<p>Harapan kami, training ini bisa menjadi jawaban atas berbagai<br />
pertanyaan terkait problem rumah tangga yang sudah menumpuk di meja<br />
redaksi. Slogan hebat berbunyi &#8220;rumahku surgaku&#8221; semoga tidak hanya<br />
menjadi teori. (Farid Ma&#8217;ruf; www.keluarga-samara.com)</p>
<p>Meretas Keluarga ? Baiti Jannati ? 	 </p>
<p>12/02/2008<br />
Oleh : Nur Aizani<br />
“ Apabila mawaddah dan rahmah selalu dimiliki oleh suami istri, makajalan menuju rumah tangga bahagiapasti akan terwujud. Mawaddah berarti cinta, sedang rahmah berarti kasih sayang. Kalau hanya mawaddah atau cinta sajayang menjadi ikatan dalam perkawinan,maka hubungan suami istri akan segeraputus setelah keduanya memasuki masa tua dimana day a tarik cinta sudah tidak terpancar lagi darinya “ (Ahmad S/AW: Membangun Keluarga Bahagia)<br />
Tak sedikit orang yang berlabuh dalam biduk rumah tangga mengalami problematika Tawaran mawaddatan warahmatan dalam AI-qur’an seakan tidak pernah dinikmati, hidup berkeluarga dirasakan laksana hidup dalam tempurung neraka. Pancaran kebahagian hilang, kemesraan pudar dan cinta tak kunjung datang. Tidak hanya manusia sekarang yang mengalami perpecahan semacam itu tetapi orang-orang yang dianggap mempuni bahkan sudah masuk tingkatan ma’rifatjuga mengalaminya, sebut saJa Imam Al-Ghazali dan Nabi Ibrahim.<br />
Hidup dalam rumah tangga tidak indah seperti yang diinginkan karena Al-qur’an sendiri dalam surat Attaghaabun Jauh-jauh hari sebelum manusia lainnya (selain Nabi Muhammad) melangsungkan perkawinan telah memperingatkan: “Hai orang-orang beriman, sesungguhnya diantara isteri-isterimu dan anak-anahnu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka, dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni mereka, maka Allah maha pengampun lagi maha penyayang “ (Qs : At-Taghaabun : 14).<br />
Dalam rumah tangga hanya akan dirasakan nikmat dan bahagia ketika baru melangsungkan perkawinan selepasnya tidak, itu pun kalau tanpa paksaan sebab dalam mengarungi rumah tangga secara tidak langsung berhadapan dengan badai yang siap menghantam lebih-lebih istri yang dipersunting tidak berpengertian dan doyan materi.<br />
Melihat dari itu, kiranya sangat perlu mulai sekarang memahami dan mengetahui tips untuk membawa keiuarga sebagaimana yang dipopulerkan oleh Alt bin Thalib dan Fatimatuzzahrah, “ Baiti Jannati “ (Rumahku adalah Syurgaku). Dalam keluarga baitijannati ini aktivitas berjalan lancar tidak mempermasalahkan badai yang selalu mengintip dari balik layar. Kemiskinan atau bentuk apapun yang menyengsarakan tidak akan mampu menenggelamkan paduan mawaddatan •warahmatan dalam keluarga baiti jannati ini, pasalnya ruh yang menghinggapi keluarga tersebut selalu mengalir damai bersa ma ridha Allah SWT. Karena itu untuk mencapai keluarga baitijannati dibutuhkan hal-hal:<br />
1. Pandai Menyikapi Permasalahan<br />
Kesalahan terkadang dilakukan tanpa kesengajaan sehingga menyulut perasaan salah satu anggota keluarga, dalam hal ini ketika permasalahan muncul, sangatlah tidak diperbolehkan untuk langsung menvonis si did bersalah melainkan terlebih dahulu menelitik akar permasalahannya. Apapun alasan dan sebabnya seseorang haruslah bisa mencari hikmah yang tersimpan dibalik permasalahan tersebut karena setiap musibah, masalah yang menimpa pasti terkandung hikmah. Selain itu bemiusyawarahlan untuk mendapatkan solusi terbaik sesuai dengan firman Allah “ Dan orang-orang yang menerima seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang unison mereka diputuskan dengan musyawarah antara mereka, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezekiyang kami berikan kepada mereka.” (QS : Asy-Syuraa : 38)<br />
2. Mengalah Demi Kebahagiaan<br />
Sulit menggodok diri untuk menjadi orang yang selalu mengalah terutama dalam kebenaran karena mengalah dalam kebenaran adalah dimakruhkan , namun dalam biduk rumah tangga mengalah sangatlah di pentingkan demi tercapainya rasa kasih dan sayang antar suami istri. Untuk mengalah dibutuhkan kesadaran yang muncul dari hati nurani sehingga dapat dimungkinkan mengalah seperti itu akan selalu bersama ma’onah Allah. Sikap mengalah tidaklah dimiliki oleh semua orang karena mengalah dari sudut picik adalah gengsi. Rumah tangga yang tidak menumbuh kembangkan rasa kasih sayang akan mengubur rasa kecintaan yang pada akhirnya akan berdampak pada perpecahan.<br />
3. Sama-Sama Memenuhi Hak Dan Kewajiban<br />
Meminta dan memberi harus terialm pula dalam dunia keluarga. Semua hak berikut kewajibannya hams terpenuhi . Kewajiban laki-laki yang lebih mengarah kepada pencarian nafkah haruslah diimbangi dengan kesadaran sang istri. Begitujuga hak seorang istri harus selalu diperhatikan suami. Hak dan kewajiban yang teriantar akan membawa pada arah yang perpecahan, tetapi Hak dan kewajiban yang selalu berjalan seiya sekata akan mendapat kenikmatan dan keindahan luar biasa. Namun yang penting diperhatikan, jangan hanya menuntut hak sementara kewajiban ditinggalkan.<br />
4. Mengontrol Emosi dan Pembicaraan<br />
 Ketika akal telah dikalahkan nafsu, maka saat itu emosi akan meledak. Waktu itu prilaku mulai tidak terkontrol, akibatnya ucapan-ucapan yang semestinya tidak boleh diucapkan terlontar. Begitu pula perlakuan yang seharusnya tidak boleh dilakukan, terlaksana sesuai komando emosi. Untuk itu emosi hams diredam agar penyesalan tidak dirasakan, karena secara jujur orang yang telah selesai melampiaskan emosinya, maka diwaktu sadar dia akan membaca kembali perbuatan yang dilakukan ketika emosinya meledak, pada waktu itu orang akan merasa menyesali perbuatannya Oleh karena itu Rasulullah menawarkan resep ampuh untuk tidak terjebak dalam emosi, beliau bersabda “ Marah itu datang dari syetan. Syetan itu berasal dari apt. Api hanya sapat dipadamkan dengan air, karenanya apabila kamu marah bersegeralah untuk ambil wudhu’ ! “ (HR. Abu Daud). Disamping itu para pemain emosi harus membayangkan posisi wajah seperti apa ketika marah melanda, yang jelas semuanya akan mengatakan bahwa tak satupun orang terlihat tanpan ketika marah menghiasi dirinya. Kalau demikian tak malukah melampiaskan kemarahan<br />
5. Menghadirkan Buah Hati<br />
Hal yang memang dinanti-natikan adalah lahirnya si buah hati. Tanpa kehadirannya suasana keluarga kurang begitu “ Jreng “. Kehadiaran buah hati akan mengubah segalanya sebab kelahirannya membara barakah dan kemanfaatan dalam keluarga. Karena itujanganlah sampai risi mengasuh momongan apalagi berdo’a malu mempunyai keturunan. Lahimya si cabang bayi sebenamya telah membahagiakan Nabi Muhammad karena disadari atau tidak dengan lahimya bayi tersebut telah memperbanyak umat Nabi Muhammad. Bayi inilah yang pada ahirnya akan meneruskan perjuangan Rasulullah untuk meninggikan kalimat Lailaha ilallah , sehingga janganlah sekali-kali meminta menunda-menunda kelahiran apalagi membatasi kelahiran. Sebab disamping memperlancar rezeki, dengan memperbanyak anak juga akan menambah kekuatan Islam untuk memasuki tantangan yang lebih dahsyat.<br />
 6. Evaluasi<br />
Pernak pemik rumah tangga penuh dengan segudang permasalahan, bagitu pun kebahagiaan ikut juga meramaikan pernak-pernik dalam rumah tangga. Demi mengubah permasalahan menjadi kebahagiaan, maka dari pasangan suami istri harus berani mengevaluasi kekurangan yang nampak ataupun tersembunyi. Kekurangan yang telah diketahui satu sama lainnya haruslah dirubah demi terciptanya suasana harmonis yang selalau dipayungi kalimat Mawaddatan Warahmatan. Haruslah merasa dan mengerti bahwa antara suami istri laksana baju yang saling menutupi. Pasangan suami istri harus pandai menutupi kekeurangan masing-masing saling mengevaluasi maka dengan sendirinya akan menemukan wama baru yang lebih mapan dengan catatan kekurangan yang dimiliki tidak terulangi lagi.<br />
Oleh karena itu, sangatlah perlu bagi kita untuk mendambakan keluarga yang selalu terpancarkan keindahan syurga yang pada akhimya akan membuka jalan pada pintu syurga. Keluarga baiti jannati sangat terbuka untuk dimiliki siapapun, tergantung sejauh mana pemimpin keluarga mengacahkan anggota keluargaaya. Baffa’ jannati bukan haaya jargon &#8211; tetapi realita sebagaimana yang dialami Fatimatuzzahra dan Ali bin Abi Thalib. Akankah kita mampu untuk mewujudkan keluarga baiti jannati’? ataukah jangan-jangan kita hanya pernah mendengar tanpa mampu meraihnya ?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anto77.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anto77.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anto77.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anto77.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anto77.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anto77.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anto77.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anto77.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anto77.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anto77.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anto77.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anto77.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anto77.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anto77.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anto77.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anto77.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anto77.wordpress.com&amp;blog=4130776&amp;post=5&amp;subd=anto77&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anto77.wordpress.com/2008/07/04/kite-keh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9101b01346d092e2013e034f310815c4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">anto77</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
